KOMUNITAS PENCINTA KARYA - KARYA BENYAMIN SUEB ( KPBS ) DI MEDIA MASSA

0 komentar
Di sepanjang tahun 2013 ini, KOMUNITAS PENCINTA KARYA - KARYA BENYAMIN SUEB ( KPBS ) mendapat sorotan dari beberapa media massa, dari peliputan tentang awal berdirinya KPBS sampai aktifitas kegiatan yang sudah di lakukan, berikut beberapa media yang sudah melakukan peliputan tentang KPBS :

PORTAL KOMUNITAS ON - LINE TNOL
Bisa di baca di http://www.tnol.co.id/aktivitas/24468-pasca-lebaran-kpbs-ziarah-ke-makam-benyamin-sueb.html

SURAT KABAR " KORAN SINDO "
Bisa di baca di http://www.koran-sindo.com/node/308315

SURAT KABAR " WARTA KOTA "
Bisa di baca di http://wartakota.tribunnews.com/wartakoran/2013-05-02/files/assets/seo/page3.html

SURAT KABAR " KORAN JAKARTA "
Bisa di baca di http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/119394


LIPUTAN KPBS DI ANTV DALAM ACARA CAKRAWALA
Bisa di lihat di http://www.youtube.com/watch?v=dUcbZX5UauQ


Baca selengkapnya »

H. BENYAMIN SUEB PAHLAWAN ABAD 20 YANG MELEGENDA

0 komentar

Di abad ke 19 banyak Jawara - jawara dari Betawi yang bahu membahu mengusir penjajah dari tanah tercinta ini, tak terhitung sudah jasa - jasa mereka yang sudah gugur membela Negeri ini. Tetapi hanya sedikit di antara Jawara - jawara tersebut yang namanya tetap abadi dan di kenang hingga kini, Di akhir abad ke 19 kita sudah mengenal Jawara Betawi yang namanya sudah melegenda seperti  PITUNG atau DJAMPANG dan sampai kini namanya tetap abadi.

Dan di abad ke 20 ini lahir kembali Jawara dari Betawi, tetapi perjuangan yang di lakukannya tidak dengan senjata seperti yang sudah di lakukan jawara - jawara sebelumnya, tetapi dengan Jiwa Seni yang di milikinya dialah H. BENYAMIN SUEB sosok seniman yang terus berjuang melestarikan dan memajukan Seni Budaya Betawi  dengan cara - cara yang Revolusioner sehingga bisa di terima dan di hargai oleh masyarakat Indonesia hingga manca negara.

Sejarah pernah mencatat, di awal abad ke 20 hingga pertengahannya Seni Budaya Betawi sedikit demi sedikit mulai tersisih bahkan mulai di tinggalkan, saat itu Seni Budaya Betawi sempat terpuruk di daerahnya sendiri malah justru yang terangkat Seni Budaya dari daerah lain. Melihat kondisi yang demikian Ben bersama teman- teman seniman Betawi lainnya bahu membahu berjuang untuk mengangkat kembali Seni Budaya Betawi yang sudah mulai terpuruk.

Dengan Gaya Khasnya dan dengan pemikirannya yang mengGlobal dan Revolusioner Ben berhasil mengembalikan Seni Budaya Betawi sampai di cintai bahkan di apresiasi oleh masyarakat Indonesia dan Dunia.

Sungguh teramat Pantas dan Layak saat Pemerintah di tahun 2012 yang lalu memberikan Ben sebuah apresiasi dengan menjadikannya PAHLAWAN BUDAYA INDONESIA walau agak terlambat, dan sungguh sangat Pantas dan sangat Layak apabila masyarakat Indonesia akan selalu mengenangnya dengan sebutan PAHLAWAN YANG MELEGENDA.

Baca selengkapnya »

EDDY SUD SOSOK SAHABAT SEJATINYA BANG BEN

0 komentar
Rentan waktu antara tahun 1977 - 1979 adalah tahun-tahun di mana Ben banyak mengalami ujian dalam kehidupannya, di tahun-tahun itu seperti tak putus-putus berita - berita miring yang menyangkut dirinya yang di ekspos media saat itu, dari mulai masalah rumah tangganya, masalah aktifitas pengajiannya sampai masalah karirnya, Puncaknya di tahun 1979 Ben memutuskan untuk beristirahat alias vakum dari semua aktifitas berkeseniannya.

Di masa-masa terpuruk itulah salah seorang sahabatnya yang bernama Eddy Sud selalu datang menemuinya dengan tujuan memotivasi Ben untuk bisa tampil lagi ke panggung hiburan, Eddy Sud bukan saja memotivasi Ben dalam hal karirnya tetapi juga ikut membantu Ben dalam hal memulihkan hubungan dengan keluarganya yang saat itu memang sedang mengalami masalah.

Eddy Sud secara perlahan tapi pasti akhirnya berhasil mengajak Ben untuk kembali ke dunianya yang lama Dunia Panggung Hiburan, Di setiap kesempatan Eddy Sud selalu mengajak Ben untuk mengisi acara - acara resmi seperti festival atau pertunjukan lain, karena Eddy Sud merasa dengan cara inilah secara perlahan-lahan Ben mulai bisa kembali menunjukan eksistensinya di dunia hiburan kepada masyarakat Indonesia.

Akhirnya di tahun 1980 Ben sudah benar - benar tampil seperti biasa di hadapan masyarakat Indonesia, di tahun itu Eddy Sud sering mengajak Ben show bersama ke Seluruh Indonesia, dari kebersamaan itulah Ben dan Eddy Sud meluncurkan beberapa album  lawakan dan Lagu di antaranya Bergurau & Bernyanyi, Paling Enak dan Sepak Bola

Baca selengkapnya »

STASIUN TELEVISI TRANS 7 MEMUTAR KEMBALI FILM-FILM LAWAS BANG BEN

0 komentar
Akhirnya keinginan temen-temen dari Komunitas Pencinta Karya-karya Benyamin Sueb ( KPBS ) supaya Film-filmnye babe Benyamin S di puter lagi di televisi mendapat respon dari Stasiun Tv TRANS 7, setelah sekian tahun tidak ada Stasiun Televisi yang menayangkannya kembali.

Untuk tahun 2013, Tepatnya di pertengahan Juni lalu, TRANS 7 mulai memutar ulang Film-filmnye babe Ben saat moment HUT JAKARTA dengar memutar Filmnye babe nyang berjudul " BENYAMIN BIANG KEROK " dan " SAMSON BETAWI "

Dan di Bulan Agustus ini, dalam rangkaian Liburan Lebaran, TRANS 7 kembali memutar ulang Film-filmnye babe Ben mulai dari tanggal 7, 9, 10, 12, 13, 14, 15 Agustus 2013 dengan lebih banyak judul yang akan di putar selama masa Liburan Lebaran, Dengan menggunakan efek gambar yang sudah di perbarui sehingga kwalitas gambar yang di hasilkan menjadi lebih terang dan jernih, jadinya lebih enak untuk di tonton.

Untuk Liburan Lebaran kali ini di Program Acara THEATER 7 Spesial Lebaran, TRANS 7 akan memutar kembali Setiap jam 12.45 WIB film-filmnya Babe Ben dengan kwalitas gambar yang lebih terang dan jernih, di antaranya : SAMA GILANYA, BENYAMIN BIANG KEROK, BIANG KEROK BERUNTUNG, TARSAN KOTA, BENYAMIN JATUH CINTA, BENYAMIN CUKONG BLO'ON dan BENYAMIN RAJA LENONG

Kami semua sebagai pencinta karya-karyanya alm.  babe H. Benyamin S yang tergabung dalam KOMUNITAS PENCINTA BENYAMIN SUEB ( KPBS ) mau mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnye kepada TRANS 7 yang sudah merespon keinginan kami semua sehingga Film-filmnya alm. babe H. Benyamin S bisa di putar ulang kembali di Televisi TRANS 7....



Baca selengkapnya »

LOVE STORY - NYA BANG BEN TERTUANG DALAM LAGU " KEMBANG KEMAYORAN "

0 komentar
Di pertengahan tahun 1972, Ben sempat menciptakan dan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul " KEMBANG KEMAYORAN " lagu itu di nyanyikan untuk mengenang kembali Kisah Cintanya saat masih berpacaran dulu, dan si " Kembang Kemayoran " itu bernama Nonie Marhaeni yang tak lain adalah istrinya Ben yang sudah memberikannya 5 orang putra.
"..Itu lagu Love Story ane.." kata Ben kepada wartawan Berita Yudha saat itu
Ben menceritakan, saat usianya masih 19 tahun, sembari sekolah ia juga mencari duit dengan menyanyi di tempat - tempat hiburan di daerah Tanjung Priuk Jakarta Utara, Suatu hari datanglah keluarga baru ke Kampungnya Ben di Kemayoran, dalam keluarga tersebut tersembul seorang gadis manis bernama Nonie, Ben jatuh naksir padanya  tapi apa daya Ben hanya dari keluarga sederhana sedang Nonie dari keluarga berada, perasaan cinta Ben saat itu hanya di pendam di dalam hati.
"...Tamu-tamunya aje kebanyakan anak-anak mude yang bawa kendaraan, saya sih apa..? jalan aja masih di tuntun ame orang tue, Tapi dasar jodoh ngkali ye, die diem-diem juge naro ati ame ane, kalu ane lagi maen gitar di depan rume, die belagak liwat bolak - balik sembari ngasih senyum, Di beginiin aje girang, ati ane besurak, die cinte ame ane.." kata Ben
Dalam perjalanan kisah cintanya dengan Nonie, awalnya Ben bersama teman sekolahnya sering bertandang ke rumah Nonie yang jarak rumahnya dengan rumah Ben kira-kira hanya 50 meter,  teman-temannya Ben saat itu sering menjodoh-jodohkan Ben dengan Nonie padahal saat itu Nonie sudah punya kekasih bernama Bana yang juga kenal dengan Ben, Setelah Nonie putus dari kekasihnya di mulailah perjalanan kisah cinta Ben dan Nonie seperti yang tertuang dalam lyrik lagu " KEMBANG KEMAYORAN " yang di nyanyikannya.





Baca selengkapnya »

AWAL BERTEMU DENGAN BING SLAMET

0 komentar
Pada tahun 1967 perusahaan tempat Ben bekerja saat itu sedang pailit, otomatis kondisi perekonomian Ben pun terkena imbasnya, Ben lebih sering bekerja serabutan tetapi masih tetap fokus bermain musik bersama Grup Musiknya sambil menciptakan lagu.

Lagu -lagu yang di tulis Ben saat itu lebih sering di nyanyikan oleh penyanyi lain, alasannya karena dengan menulis lagu dan di nyanyikan penyanyi lain dia berharap bisa mendapatkan royalti dari yang menyanyikannya apalagi kondisi ekonomi Ben saat itu juga sedang tidak stabil.

Suatu saat Ben mencari - cari tulisan lyrik lagu yang pernah di buatnya di lemari buffet rumahnya, setelah di temukan dia kemudian merubah sedikit lyrik lagu tersebut, sambil membayangkan kira - kira siapa penyanyi yang pas untuk membawakannya lagu karyanya itu, kemudian di benaknya terlintas nama BING SLAMET yang saat itu sudah menjadi seorang seniman terkenal yang multi talenta yang juga salah seorang seniman besar yang Ben kagumi dan idolakan.

Untuk mencapai tujuannya itu Ben kemudian meminta bantuan teman sekolahnya yang bernama ATENG yang memang sudah sangat kenal dengan BING SLAMET.

" ..Teng kenalin gue dong sama bang Bing,,,Lu biasa manggil dia apaan ..? tanya Ben kepada Ateng
" ..Iya deh...gue biasa manggil Kak Bing.." Jawab Ateng

Kemudian Ateng meminta Ben untuk bertemu di studio Denita Record, sesampainya di sana kemudian Ateng memperkenalkan Ben dengan Bing Slamet, keduanya langsung akrab saat berkenalan, kemudian Ben langsung menyerahkan lyrik lagu yang di buatnya ke Bing, dengan perasaan sedikit cemas akhirnya Bing memberikan beberapa masukan atas lyrik lagu yang sudah di buat Ben, termasuk merubah judulnya.

Awalnya lagu tersebut berjudul " MALAM MINGGU " kemudian setelah Bing memberikan beberapa masukan atas lagu tersebut akhirnya di capailah kesepakatan untuk merubah judulnya menjadi " NONTON BIOSKOP ", setelah judul dan lyriknya selesai di perbarui akhirnya di tahun 1967 Bing menyanyilan dan merekam lagu tersebut dalam bentuk piringan hitam.

Tak di sangka ternyata lagu tersebut laris manis di pasaran, tetapi walaupun demikian Bing tetap menghargai Ben sebagai pencipta lagu tersebut walau ada yang sedikit di rubah atas masukan - masukan dari Bing sendiri.

Setiap mengadakan pertunjukan di panggung Bing selalu bilang kalau lagu " NONTON BIOSKOP " yang bawakannya itu merupakan lagu milik Ben.

" ..Ini lagu milik adik saya..Benyamin.." kata Bing

Setelah lagu ciptaannya meledak di pasaran, Ben banyak di minta produser - produser rekaman untuk menulis lagu untuk penyanyi-penyanyi lain. Satu ketika Ben sudah menciptakan sebuah lagu yang berjudul " SI DJAMPANG " saat itu Ben berharap lagunya itu di nyanyikan kembali oleh Bing tetapi Bing menolak sambil memotivasi Ben untuk menyanyikannya sendiri.

"..Kalau kau mau lebih sukses..lebih baik lagu-lagu ciptaanmu itu di nyanyikan sendiri.." Saran Bing kepada Ben.

Karena sudah di motivasi oleh Bing, pada tahun 1968 dengan penuh percaya diri akhirnya Ben membawakan sendiri lagu ciptaannya yang berjudul " SI DJAMPANG ", lagi-lagi di luar dugaan ternyata lagu tersebut laris manis di pasaran, mulai saat itulah semakin hari nama Ben semakin di kenal di seluruh Indonesia dan lagu " SI DJAMPANG " yang juga merupakan lagu sekaligus album pertama Ben semakin terkenal di seluruh Indonesia, dan sejak saat itu roda perekonomian Ben pun sedikit demi sedikit mulai terangkat.




Baca selengkapnya »

MENJADI STRIKER ANDAL SAAT BERMAIN SEPAK BOLA

0 komentar
Ben memang bisa di bilang sebagai maniac dalam hal permainan sepak bola, olah raga yang satu ini bisa di bilang tidak bisa lepas dalam kehidupannya bahkan sampai maut menjemputnya pun di akibatkan karena kelelahan usai bermain sepak bola padahal saat itu usia Ben sudah 56 tahun.

Dalam hal bermain sepak bola, Ben paling senang mengambil posisi sebagai Striker atau Penyerang, Ben paling tidak mau kalau posisinya di tempatkan sebagai keeper atau pemain untuk pertahanan belakang, temen - teman seprofesinya dari kalangan artis yang pernah bermain sepak bola bersama Ben mengakui  kalu Ben masih tetap lincah saat bermain bola walau usianya sudah kepala lima.

Hobinya Ben dalam olah raga sepak bola ini tidak hanya di kenal di kalangan artis saja tetapi juga di lingkungan tempat tinggalnya, Ben pernah mengumpulkan para remaja di lingkungan tempat tinggalnya untuk membuat suatu acara hiburan sampai olah raga, Di tempat tinggal Ben di Cinere tepat di depan rumahnya ada tanah kosong yang sering di gunakannya untuk bermain bola bersama warga sekitar bahkan pernah suatu waktu  Ben mengajak pasukan dari BENS RADIO untuk bertanding sepak bola di lapangan tersebut.





Baca selengkapnya »

LAGU KRITIK SOSIALNYA MENDAPAT APRESIASI DARI KPK

0 komentar
"..Jika anda ingin tahu Amerika, dengarlah Bob Dyland ( melalui lyrik Lagunya ).." kata Jimmi Carter Mantan Presiden Amerika Serikat. Ungkapan tersebut mungkin cocok juga jika di kaitkan dengan Jakarta, dengan sedikit di ubah kalimatnya menjadi "...Jika anda ingin tahu Jakarta, dengarlah Benyamin S ( melalui Lyrik Lagunya ).." orang yang mendengarkan lagu-lagu Benyamin. S akan mengantarkan pendengarnya menyelami Kota Jakarta, dari mulai kehidupan warganya juga kejadian - kejadian yang terjadi di dalamnya.

Lagu -lagu yang di ciptakan dan di nyanyikan bang Ben memang banyak melukiskan rona kehidupan orang Jakarta, lewat lagunya Ben bicara dari mulai Got yang mampet, Tetangga yang sedang berselisih, Tukang - tukang yang biasa lewat seperti Tukang Becak, Tukang sayur, Tukang roti, Tukang Kredit sampai memandikan burung perkutut sebagai fenomea kehidupan warga Jakarta, semuanya di ceritakan dengan kata-kata sederhana, mudah di cerna dan sering kali dengan guyonan yang jenaka.

Tetapi di sisi lain bang Ben tidak selalu menyanyikan lagu - lagu tentang kekonyolan hidup sehari - hari yang terkesan sepele, jauh sebelum Iwan Fals melancarkan protes lewat " Bento " dan " Bongkar " pada dekade akhir 1980 an bang Ben sudah melakukan hal yang sama sejak pertengahan tahun 1970 an, tapi jangan membandingkan kritik yang di bawakan Benyamin S dengan Iwan Fals, kalau Iwan Fals membawakan lagu kritikannya terhadap Pemerintah secara lugas , tajam dan menukik sedangkan Benyamin S justru membawakan lagu kritik sosialnya dengan menggunakan bahasa Betawi yang sarat humor.

Ada beberapa lagu kritik sosial yang pernah di bawakan bang Ben justru mendapatkan penghargaan dari Pemerintah, tercatat pada tahun 1977 lagu yang berjudul " DI GUSUR " yang di ciptakannya justru membuat Gubernur DKI yang kala itu di jabat Ali Sadikin membuatnya tersenyum dan mengapresiasinya. lagu " DI GUSUR " menceritakan tentang fenomena penggusuran yang kerap terjadi di Jakarta pada waktu itu bahkan sampai sekarangpun penggusuran tetap terjadi.

Pada tahun yang sama, lagunya yang berjudul " PUNGLI " mendapatkan penghargaan dari KopKamTib yang saat itu di jabat oleh Sudomo, lagu tersebut di anggap ikut menunjang program pemerintah yang saat itu sedang menggalakan Program Operasi Tertib.

Lagu " SALAH COMOT " atau lebih di kenal dengan judul " ADAM DAN HAWA " yang di ciptakannya sendiri pada tahun 1985 awalnya tidak akan di edarkan karena isinya di anggap terlalu kritis terhadap tindak tanduk Koruptor, tapi pada 15 November 2007 keluarga alm. H. Benyamin S yang saat itu di wakili oleh putra sulungnya alm. H. Beib Benjamin menyerahkan master lagu tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) di Jakarta sebagai salah satu bukti bahwasannya alm bang Ben dan keluarga besarnya mendukung program Anti Korupsi yang sedang di canangkan KPK.

Melalui tema-tema lagunya, Ben berhasil menampilkan diri sebagai seniman yang mampu melihat sisi manusiawi dari kehidupan orang - orang Jakarta, ia mempunyai cara tersendiri dalam mengangkat persoalan itu semua di bawakan secara Spontan dan Jenaka, Ben bisa di bilang sebagai penyanyi multi talenta, ia bisa menyanyikan lagu dengan suara merdu mendayu tetapi lebih sering membawakan lagu sesuai karakternya yang jenaka, di situlah sisi kekuatan bang Ben di dalam membentuk kharismanya.








Baca selengkapnya »
 

Copyright © 2011 - 2014 • BLOGNYA KOMUNITAS PENCINTA KARYA-KARYA BENYAMIN SUEB • Design by Iwan Warbe, Blogger Blog Templates